Komitmen pada hakikatnya harus dimiliki secara sungguh-sungguh baik oleh atasan maupun bawahan. Namun demikian, tentu saja ketika seorang individu bertindak sebagai atasan, maka dengan wewenang fungsi manajerial yang dimiliki, menuntut dirinya pula untuk memonitor komitmen kinerja bawahannya.

Dalam pengelolaan kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC) komitmen pemegang Indikator Kinerja Utama (IKU) diwujudkan dalam suatu dokumen kontrak kinerja.
Ketika dokumen demikian sudah ditandatangani, maka si pemegang IKU terikat pada sebuah komitmen untuk memenuhi target setiap IKU yang telah ditetapkan.
Kontrak kinerja, bagi mereka yang berfikiran negatif, tentunya akan dianggap
sebagai alat yang mengganggu “kenyamanan” yang selama ini diterima. Tetapi,
bagi mereka yang berfikiran positif, kontrak kinerja akan mendorong setiap individu untuk bekerja tidak sekadar business as usual karena ada nya mekanisme monitoring capaian IKU. Kontrak kinerja diharapkan dapat mendorong iklim yang kondusif bagi seluruh pegawai untuk berkinerja lebih baik.

BEKERJA SEPENUH HATI
DENGAN KONTRAK KINERJA

Banyak organisasi yang pegawainya terjebak dalam rutinitas. Kerja menjadi sekedar kewajiban untuk mencari nafkah dan penghasilan. Prestasi yang luar
biasa sulit dihasilkan organisasi yang mayoritas pegawainya telah terjebak
pada kondisi rutinitas. Gairah kerja, modal lahirnya prestasi luar biasa,
tentu tidak akan ada pada diri pegawai yang bekerja sekedar menunaikan kewajiban. Gairah kerja, akan muncul manakala pegawai mencintai
pekerjaannya. Indikasi sederhana dari ketidakadaan cinta dalam bekerja adalah munculnya “5-ng”, yaitu “ngeluh, ngomel, ngedumel, ngrasani, dan ngeyel”. Maka gairah kerja perlu dikelola dan dipicu.

 

[apapun profesi kita dan kain yang membungkus tubuh kita, tidak ada alasan untuk bekerja setengah hati.]

ETOS KERJA PROFESIONAL

1. KERJA ADALAH RAHMAT; KITA HARUS BEKERJA TULUS PENUH RASA SYUKUR

2. KERJA ADALAH AMANAH; KITA HARUS BEKERJA BENAR PENUH  TANGGUNG JAWAB

3. KERJA ADALAH PANGGILAN; KITA HARUS BEKERJA TUNTAS PENUH INTEGRITAS

4. KERJA ADALAH AKTUALISASI; KITA HARUS BEKERJA KERAS PENUH SEMANGAT

5. KERJA ADALAH IBADAH ; KITA HARUS BEKERJA SERIUS PENUH KECINTAAN

6. KERJA ADALAH SENI; KITA HARUS BEKERJA KREATIF PENUH SUKA CITA

7. KERJA ADALAH KEHORMATAN; KITA HARUS BEKERJA TEKUN PENUH KESUNGGUHAN

8. KERJA ADALAH PELAYANAN; KITA HARUS BEKERJA SEMPURNA PENUH KERENDAHAN HATI

          —–0oo——